Artikel
Kumpulan artikel sulfur dan perdagangan komoditas untuk pembeli industri di Indonesia. Tiga artikel pertama membahas nama sulfur dan belerang, peran sulfur dalam pengolahan nikel HPAL, serta letak Pelabuhan Sohar terhadap Selat Hormuz. Setiap artikel mencantumkan sumber bertanggal. Untuk skema FOB dan data sulfur lump, lihat halaman komoditas.
Sulfur dan Belerang: Bedanya, Bentuk dan Kegunaan
Sulfur dan belerang adalah dua nama untuk unsur yang sama, berlambang S dengan nomor atom 16. Belerang adalah kata baku bahasa Indonesia, sedangkan bahasa Inggris memakai ejaan sulfur atau sulphur. Sulfur komersial diperdagangkan sebagai bongkahan, butiran yang dibentuk dari sulfur cair, bubuk, atau cairan panas. Sebagian besar sulfur dipulihkan dari pengolahan minyak dan gas, lalu diolah menjadi asam sulfat.Baca artikelPeran Sulfur dalam HPAL Nikel
Dalam pengolahan nikel, peran sulfur dalam HPAL adalah menjadi bahan baku asam sulfat. HPAL (High Pressure Acid Leach) melarutkan nikel dari bijih laterit jenis limonit dengan asam sulfat di autoklaf bersuhu sekitar 240–270 °C. Sumber teknis menyebut konsumsi asamnya sekitar 200–520 kg per ton bijih kering. Pabrik asam pembakar sulfur mengubah 1 ton sulfur (belerang) menjadi sekitar 3 ton asam secara teoretis dan ikut menghasilkan uap.Baca artikelPelabuhan Sohar dan Selat Hormuz: Letak dan Artinya bagi Pembeli FOB
Hubungan pelabuhan Sohar dan Selat Hormuz bersifat geografis: Sohar berada di pesisir Al Batinah, Teluk Oman, sekitar 190 km barat laut Muskat, sedangkan selat itu menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, yang terbuka ke Laut Arab di Samudra Hindia. Kapal yang memuat di Sohar tidak perlu melintasi selat untuk mencapai Samudra Hindia. Dalam skema FOB, kapal, rute, dan asuransi diatur pembeli.Baca artikel